Kelas Belajar KIM, Pemda Mamasa: Mari Menjunjung Kearifan Lokal Dalam Komunikasi

  • Dec 04, 2025
  • Silpanus

Mamasa,KIM.Id- Melalui kegiatan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diprakarsai Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Diskominfosandi) Kabupaten Mamasa, Bupati dan Wakil Bupati tekankan kearifan lokal dalam komunikasi. 

Kegiatan yang berlangsung dikemas dalam bentuk kelas belajar Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional serta Layanan Aspirasi & Pengaduan Online Rakyat (SP4N Lapor) berlangsung di Villa Edelweiss, Desa Tondokbakaru, Kecamatan Mamasa, kamis (4/12/2025). 

Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman melalui sambutannya menerangkan. Kegiatan yang berlangsung sangat strategis sebab dalam membentuk apapun harus komunikasi, komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia. 

"Semoga kegiatan yang ini dapat berjalan baik sehingga kearifan lokal Mamasa yakni, sitayuk, sirande maya-maya dapat terwujud menuju Mamasa Mamase, " Ungkap Wakil Bupati. 

Sehingga kata H. Sudirman, komunikasi perlu diatur dengan baik agar tidak ada tanggapan yang lahir dalam bahwa salah dalam menggunakan alat komunikasi, sehingga budaya saling caci dan lainnya lewat sosial media tidak terjadi.maka dari itu dibutuhkan wadah agar kebiasaan buruk bermedia sosial dapat atasi. 

Sementara Bupati Mamasa, Welem Sambolangi saat membuka kegiatan tersebut mengungkapkan. Hal pertama yang perlu di apresiasi yang menjadi latar video lagu Indonesia Raya sudah tampil kearifan lokal Mamasa dan diwajibkan semua instansi dan sekolah menggunakan lagu tersebut sebab semua ritme dan alurnya sesuai. 

"Ternyata sudah cocok Pak.Nesto di Diskominfo Sandi Mamasa, kegiatan yang berlangsung searah dengan visi kami yakni optimalisasi pelayanan publik dengan sistim digitalisasi, " Tutur Bupati. 

Sekarang semua masyarakat aktif bermedia sosial hal tersebut tidak dapat dihalangi tinggal mari bermedia sosial dengan bertanggungjawab sehingga masyarakat perlu dicerdaskan. 

"Saya harap semua masyarakat Mamasa tetap menjunjung tinggi budaya kearifan lokal, sitayuk, sipakasalle, sirande maya-maya, ole lako ole dio Mai, Mesakada dipotuo pantan kada dipomate, kita harus berupaya sehingga Mamasa jadi daerah tujuan wisata nasional, " Ungkap Bupati. 

Lanjutnya, orang tentu akan bertanya, amankah Mamasa, adalah kuliner Mamasa dan produk lokal, semua itu dapat dijawab dengan ruang-ruang komunikasi yang ada sehingga tersampaikan le publik bahwa disana ada tenun, disana ada permandian air panas, disana ada ikan mas dan lainnya. 

Kegiatan yang berlangsung merupakan langkah awal membangun konsepsi Mamasa bahwa Mamasa dapat dipulihkan, semua harus bergotong-royong apapun pangkat dan posisi setiap orang mari bergandengan tangan memulihkan Mamasa. 

Kepala Diskominfo Sandi Mamasa, Ernesto Randan lewat sambutannya menuturkan.Kegiatan yang berlangsung merupakan spesial sebab kedua pimpinan daerah dapat hadir yakni, Bupati dan Wakil Bupati. 

Kegiatan yang berlangsung menurut Ernesto, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, orang-orang diluar sana mungkin ada yang beranggapan Mamasa telah kehilangan budaya sitayuk dan mamase, seperti yang terlihat di Fb dan akun sosial media, cukup banyak orang yang saling caci, menyebarkan hoax dan lainnya. 

"Saya harapkan juga ASN menjadi motor penggerak atas kondisi yang ada di daerah, lalu mengenai SPAN Lapor tentu nanti akan melekat di OPD Masing-masing adminnya, " Ungkap Nesto. 

Ernesto menyampaikan, sangat diharapkan nanti sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik dapat dikelola dengan baik.

"Kemudian baru-baru ini ada prestasi di Kim Kareba Bussu dari Mamasa yang mengikuti lomba penulisan artikel yang diselenggarakan Komdigi dan syukur masuk kategori 20 besar, hal tersebut merupakan prestasi dari 
3.528 KIM yang ada di Indonesia, " Ucap Nesto dalam sambutannya. 

(HN)